Tampilkan postingan dengan label perjalanan bonsaiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjalanan bonsaiku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 April 2015

Kemuning nangkring di karang

Tiga tahunan lalu, saya iseng menaruh bibit kemuning yang akarnya cukup panjang ke dalam ceruk sebuah karang dan mengatur akarnya supaya memanjang mengikuti alur dari batu.

Setelah sekian lama ternyata si kemuning sudah nyaman nangkring di sana, dan akarnya pun melekat kuat di batu karang itu.

Saatnya untuk masuk salon dan cukur rambut. Ini penampilan perdananya di layar kaca anda.





Senin, 06 April 2015

Babon cemara udang

Waktu cepat sekali berlalu. Hampir tiga tahun berselang sejak cangkokan cemara udang ini saya pindahkan ke dalam pot.
Batang yang tadinya hanya sebesar kelingking, sekarang sudah hampir mencapai seukuran batu baterai ukuran besar.
Sudah cukup seksi untuk saya mulai menentukan gaya yang akan menjadi penampakan bonsai yang lebih sedap dipandang mata.

Silahkan simak gambar episode awal transformasi dari babon cemara udang nomer satu ini





Tentu ini adalah awal untuk memulai semuanya. Dan insyaallah masih akan berlanjut ke episode selanjutnya

Kamis, 04 September 2014

Langkah awal untuk serut rakit ketiup angin

Dibawah ini adalah foto orisinal bulan november 2013, ketika pertama kali serut hasil perburuan di alam liar ini mendarat di pekarangan rumah saya.



Kini, babak baru dari serut hasil galian sembilan bulan lalu telah dimulai.
Dengan kondisi akar yang hanya berkumpul pada satu sisi, maka ide desain yang paling masuk akal adalah dengan membaringkannya alias bentuk rakit atau raft.

Tapi saya tidak mau hanya sekedar itu, bentuk cabang yang miring dan condong ke satu sisi menginspirasi saya untuk menambahkan sedikit gaya windswept alias kesapu angin.
Maka gambar gambar di bawah ini akan menjelaskan proses awal dari imajinasi saya.


 

Saya membuang beberapa cabang yang kurang penting, dan sementara saya sisakan empat cabang yang berpotensi untuk ke depannya yang mungkin salah satunya bisa saya buang, tapi tunggu perkembangannya nanti.

untuk lebih mendapatkan gambaran yang lebih jelas, Insyaallah akan saya update lagi beberapa bulan ke depan.

Sing sabar ya masbro masbro semuanya....hehehe

Senin, 01 September 2014

Membangun pondasi untuk Mustam # 3

Salam teman teman semua, semoga keberkahan dan kesuksesan selalu mengiringi langkah sobat semua.

Posting kali ini saya mau berbagi cerita tentang mustam ketiga saya. Dyospiros montana yang satu ini bertipikal batang banyak. Saya memperolehnya dari perburuan dunia maya sekitar hampir setahun yang lalu.

Dibawah ini saya ambil bulan november 2013, adalah pose awal dimana sekitar dua sampai tiga bulan telah beradaptasi di lingkungan barunya. Kondisi batang dan percabangannya masih orisinal.


Saya membuang cabang paling kanan dan melakukan pemotongan pada cabang cabang yang tidak saya butuhkan, sesuai ide desain di kepala saya. Silahkan lihat pada gambar di bawah.






Dibawah ini adalah hasil akhir sebelum masuk karantina, dimana saya menunggu cabang cabang baru yang saya inginkan untuk tumbuh membesar menjadi batang utama.



Tak terasa sudah berjalan sembilan bulan masa karantina, dan dibawah ini adalah foto terkini, agustus 2014, dimana sobat semua mungkin sudah mulai mendapatkan gambaran atas ide desain saya.

 


Pondasi desain yang saya inginkan sudah terbentuk, tinggal menunggu percabangannya membesar dan rimbun untuk menuju pada training selanjutnya.......

Insyaallah kita akan bertemu lagi di posting mustam # 3 selanjutnya

Senin, 18 Agustus 2014

Mustam #2

Otak atik kali ini menghadirkan bintang tamu koleksi babon mustam yang lain. Sebut saja mustam nomer dua. Si jalitheng alias si hitam legam ini bernama keren dyospiros montana.

Babon yang kondisi badannya tinggal separuh, kemungkinan dulu pernah terbakar sebagian, saya dapatkan melalui perburuan di dunia maya, hehehe, seperti kebanyakan babon babon yang lain.

Berikut ini foto sebelum dan sesudahnya....

 

Oke, bentuk dasarnya sudah jadi, tinggal nunggu rimbun aja, Insyaallah kita sambung pada episode selanjutnya 

Kamis, 14 Agustus 2014

beringin korea lagi

Babon bonsai ini sudah lima bulanan mendekam tanpa belaian mesra....hallaaah.

Gondrong jabrik kaya don king, menggugah selera saya untuk mulai memainkan utas demi utas kawat dan lalu mencukur habis dedaunannya yang tak beraturan.

ini foto sebelum dan sesudahnya.



Kerangka awal untuk desainnya sudah jadi, Insyaallah akan saya update lagi beberapa bulan ke depan

Sabtu, 19 Juli 2014

Otak atik mustam #1

Lama nih nggak obrak abrik bonggol klangenan lagi. Di edisi kali ini saya mau dandanin mustam yang sudah kurang lebih delapan bulan mangkrak menunggu sentuhan pertama.

Ini adalah edisi pertama saya menangani spesies mustam alias dispyros montana. Sedikit info buat sobat yang belum terbiasa dengan tanaman ini, tekstur batang mudanya getas, rentan patah. Jadi saya anjurkan untuk lebih berhati hati sewaktu melakukan proses pengawatan dan penekukan.

Silahkan pelototin gambar sebelum dan sesudahnya di bawah ini






Sampai jumpa di edisi berikutnya, wassalam

Kamis, 28 Februari 2013

bibit kawista lagi, buat cadangan masa depan

Yihaaaa, pekaranganku kedatangan anggota keluarga baru, puluhan bibit kawista, rata rata ukuran jempol, baru mendarat lewat kurir dari jawa timur. Berhubung stok pot sangat terbatas, terpaksa, kawis kawis muda ini berbagi kamar, dari karung bekas pasir malang, sembari menunggu kondisinya membaik dan tumbuh bersemi kembali, hingga siap untuk menjalani fase berikutnya.

Doakan semuanya sehat ya sobat semua, Insyaallah kawis kawis ini akan membuat blog ini terus bergulir, berbagi cerita, dan berbagi resep "memasak" bonsai ala pebonsai amatiran, yang sedang mencari jalan untuk menemukan makna dan filosofi agung yang terkandung dalam seni menanam pohon dalam pot yang eksotik ini.






Kamis, 21 Februari 2013

Bonsai kingkit # 3, cacing nangkring di batu kesapu angin

Korban berikutnya kali ini adalah jeruk kingkit kecil hasil tanam dari biji, kebetulan kemarin pot nya kepakai untuk tanaman lain yang lebih besar, sekalian saya dandanin saja. Silahkan diamati, selanjutnya biarlah gambar yang akan berbicara,.....







untuk sementara, batu derendam tanah dulu, biar akar  nempel kaya perangko

Kamis, 14 Februari 2013

stek sancang ( phemna microphylla )

Buat sobat semua yang belum tahu, sancang sangat mudah lho di stek, potong saja dan tancapkan ke media tanam apa saja, Insyaallah cespleng, ga pakai lama langsung bertunas, seperti gambar gambar dibawah ini.

Tetapi yang harus diwaspadai, sancang sangat rentan serangan kutu putih di sekujur batang, dan sebagai informasi tambahan, pertumbuhan sancang relatif cepat, akan lebih cepat lagi kalau sobat liarkan dulu di tanah, daripada di pot.

Doakan sancang sancang kecil ini sehat ya sob, supaya kelak saya bisa menyajikan cerita dan karya yang bisa saya bagi kepada sobat semua, dan terus membuat blog ini tetap bergulir. Amin








Mungkin diantara sobat sekalian ada yang bertanya tanya fungsi bebatuan di sekeliling sancang, hhehehe, itu saya gunakan untuk mencegah tikus tikus sialan mengacak acak media tanam, saya sempat dibuat jengkel, karena hampir semua bibit tanaman saya yang berada di polybag berantakan di acak acak si kampret iseng ini.

Kamis, 24 Januari 2013

Langkah awal si cantik tanpa nama

Menyambung posting berburu bonsai beberapa waktu lampau, tanaman yang saya masih samar akan nama sebutannya ini akan memulai langkah awalnya di bengkel bonsai sederhana saya. Saya hanya memotong batang dan ranting seperlunya sebagai tahap awal dalam menentukan gerak dasarnya.







Mungkin akan ada beberapa perubahan sedikit di waktu yang akan datang, tapi setidaknya saya sudah menemukan dan mempunyai arah desain bonsai ini ke depan. Tinggal menunggu tunas tunas harapan bangsa tumbuh dengah sehat, hehehe. Dan kita akan bertemu lagi dalam posting posting yang akan datang, Insyaallah.


Jumat, 18 Januari 2013

catatan berburu bonsai : kepincut beringin korea di tukang kembang

Jakarta banjir sobat, sudah dua hari ini ga masuk kerja, daripada pusing meratapi keadaan yang belum pasti, pagi ini saya putuskan untuk berburu bonsai saja. Saya kembali ke tempat dimana saya berburu gulo gumantung beberapa waktu lampau, kebetulan cuaca sedikit mendung, jadi adem. Tapi sesampainya di sana, rupanya si gulo yang tersisa sedang terendam air sisa hujan deras semalam, batallah agenda pagi ini.

Galau kata pasukan alay, saya memutuskan untuk jalan jalan saja, berjalan ke arah deretan tukang tanaman di daerah dekat rumah. Sambil ngegas perlahan, mata celingak celinguk melihat deretan tanaman yang dijajakan sepinggir jalan. Dan rem saya berdecit mendadak di salah satu lapak. Mata saya tertuju pada salah satu tanaman yang tak asing, beringin karet korea yang nangkring di pilar kecil menggoda iman saya.

Tanpa ba bi bu, saya merapat dan melakukan tawar menawar yang cukup sengit, hehehe, tarik ulur, pura pura culun dan pasang tampang bokek, rupanya meluluhkan hati abang tukang tanaman, dan saya bisa membawa pulang ficus green island var crassifolia ini dengan harga separuh dari penawaran awal, yang jelas cukup ekonomis dengan kantong karyawan ngirit seperti saya, hahaha.

Dan tak cuma itu, mata saya terpaku pada sosok jangkung ramping tak terurus, yang mojok dekat tiang listrik, kondisi polybag nya sudah tak berbentuk, terdobrak akarnya yang menghujam tanah, satu tanaman berbuah bulat kecil ukuran kelereng merah keunguan, yang familiar tapi saya kurang tahu namanya, setahu saya bisa dibonsai, saya angkut pulang juga. Lagi lagi dengan harga yang damai. Si abang bilang namanya pohon rendang ( kaya masakan padang hehe ), tapi teman bilang ini lobi lobi. Tapi kok saya sangsi, ini bukan lobi lobi ( flacourtia inermis ), tapi sabodo teuing lah, yang penting hari ini pulang berburu tidak dengan tangan kosong, walaupun mengurangi jatah jajan, hehehe.

Monggo di pantengin foto mentahnya sebelum saya obrak abrik di kemudian hari.





Dan ini tanaman satunya, mohon informasinya ya kalo ada sobat yang tahu spesies ini





perbandingan buah

daun

Rabu, 02 Januari 2013

Catatan berburu bonsai : Loa extra large

Hari libur, dengan cuaca yang sedikit agak mendung, adem sepoi sepoi, mantap, langsung saya kemas peralatan tempur secukupnya. Tak lupa saya ajak "asisten" yang mana adalah saudara saya yang kebetulan sedang menganggur, segera beranjak menyusuri tepian kali cisadane.

Pucuk dicinta ulam tiba, tak lama mencari, kami tiba di sebuah kebun pisang, yang ditanam oleh penduduk setempat, kebetulan si empunya lahan sedang iseng bakar sampah, saya dan saudara saya pun menghampiri dan minta ijin untuk menggali bonggol bonggol loa di sekitar kebun, dan bahkan beliau dengan antusias memberi kami ijin serta menunjukkan spot spot bonggol loa yang secara rutin beliau tebang sehingga tetap kerdil.

Beliau menunjuk pada sebongkah bonggol yang lumayan besar, mata kami pun berbinar, pandangan pertama, loa ini tampak gemuk dan pendek, dengan bagian bawah berlubang, tanpa menunggu lama, kami pun mulai menggali dengan semangat 45.






Tetapi, ternyata kami tertipu, karena bonggol yang terlihat kate di permukaan tanah ini hanya bagian atasnya saja, makin digali, makin tampak batang utamanya yang berada dalam posisi rebah, miring tertimbun tanah.


Kepalang basah, apalagi hujan mulai turun, membuat penggalian makin terasa berat. Badan sudah belepotan lumpur, mau ditinggal juga tanggung, akhirnya kami putuskan untuk terus menggali, dan akhirnya, setelah kurang lebih dua jam, si loa bongsor ini menyerah kalah.






Kami pun menggotong si bongsor dengan susah payah, menanjak melewati jalanan tanah yang becek dan licin akibat guyuran hujan. Kami membawa pulang si bongsor ini dengan penuh sukacita dan tertawa geli. Betapa repot nya membawa pulang si bongsor dengan menggunakan sepeda motor, hujan hujanan, diiringi tatapan mata heran orang orang yang sedang berteduh di pinggir jalan. Hahahaha.....super nekat dan niat bener.

Semoga si bongsor cepat sehat, dan nantikan cerita lanjutan dari si bongsor pada catatan berikutnya.


Rabu, 26 Desember 2012

Catatan berburu bonsai : gulo gumantung

Pagi yang indah, setelah guyuran hujan lebat seharian kemarin, yang membuyarkan acara libur saya, yang mana saya merencanakan untuk menjelajahi spot spot bakalan bonsai potensial yang sempat saya survei jauh jauh hari sebelumnya. Maka pagi ini saya tuntaskan misi pertama saya, kebetulan jam kerja saya juga masuk siang, saya bulatkan tekad untuk membawa pulang satu atau dua bonggol incaran saya.

Jam menunjukkan pukul sembilan pagi, sehabis mandi dan sarapan, saya kemas alat alat tempur seadanya, linggis, gergaji, gunting dan cutter, serta karung bekas, langsung tancap gas bebek butut kesayangan untuk melibas medan yang sedikit berlumpur, karena sisa hujan kemarin.

Sejauh mata memandang, hamparan hijau, rumput, ilalang, dan aneka semak belukar, mengaburkan pandangan atas buruan saya, dan untunglah, saya masih sempat menandai spot spot bonggol incaran, sehingga tak butuh waktu lama untuk menemukannya kembali.

Spot pertama, saya temukan tanaman yang saya yakin adalah gulo gumantung, tapi kondisi medannya kurang mendukung, karena dikelilingi ilalang dan belukar yang cukup tinggi, menciutkan nyali saya, takut kalau ada ular dan sebangsanya. Terpaksa, saya tunda dan menjadikannya PR untuk target suatu saat nanti.





Saya melanjutkan perburuan ke titik yang lain. Sedikit menuruni lembah, saya berjalan ke dekat sebuah danau, dan akhirnya menemukan spesies yang saya kurang tahu namanya, ( mungkin sobat bonsai ada yang lebih tahu, beritahu saya ya ), tapi saya yakin bagus untuk di bonsai, akhirnya tanpa ba bi bu, dengan sedikit ngos ngosan dan keringat mengucur, bonggol ini masuk karung dengan mulusnya.









Dapat satu buruan, rasanya belum mantap kalo belum karungin buruan utama, gulo gumantung, akhirnya saya berjalan lagi ke area lain dan menemukan kembali sekumpulan buruan utama. Mantap, lebih dari satu gulo gumantung berjajar di balik ilalang, tapi masih cukup terbuka dan enak untuk digali. Sialnya, kamera butut saya ngadat karena baterainya habis, untung masih bawa HP, jadi, momen perburuan hari ini masih bisa terabadikan walau kualitas foto kurang oye.









Perlawanan setimpal saya rasakan dari bonggol satu ini, hampir habis tenaga saya, juga masih dapat bonus kecoblos duri duri nya, tapi hasilnya sepadan, perakaran yang radial, mengelilingi batang utama, membuat proses penggalian menjadi lebih menantang.

Selang beberapa waktu, si gulo gumantung sukses terangkat dari tanah.

Akhirnya perburuan hari ini saya sudahi, karena sudah mepet waktunya berangkat kerja. Sampai dirumah, saya cuci bersih hasil buruan saya, dan saatnya untuk masuk ruang karantina.









Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...