Senin, 09 Juli 2012

Berburu bakalan dan tips menggali pohon loa

Setelah beberapa lama vakum dari kegiatan berburu dan gali menggali babon, karena urusan pekerjaan yang padat merayap, akhirnya perburuan yang mengasyikkan ini bisa saya jalani kembali.

Nikmatnya menyusuri pinggiran kali, dengan mulut ngebul menyemburkan asap rokok, mata jelalatan kesana kemari, mencari target buruan yang sesuai, tak bisa dilukiskan dengan kata kata. Sungguh hiburan yang murah meriah melepas kepenatan rutinitas pekerjaan yang kadang terasa membosankan.


Akhirnya sampailah saya pada sekawanan loa yang bergerombol di tempat pembuangan sampah, di pinggir anak kali cisadane, dan beruntunglah saya karena loa loa tersebut berbentuk bonggol karena mungkin sering ditebas oleh golok tukang sampah. Dan untungnya lagi saya, tanah dimana loa tersebut tumbuh cenderung berpasir sehingga mempermudah dan mempersingkat waktu penggalian.

Sedikit tips dari pengalaman saya dalam menggali loa buat sobat sekalian :

- Gunakan lotion anti nyamuk, penting !!!

- Carilah loa di dekat sumber air, tanaman ini rajin mandi ( hehe, becanda sob ), tapi betul, tanaman ini tergolong suka dengan air, misalnya pinggir sungai ( walaupun kadang juga ada yang jauh dari sungai ), kadang juga nyempil di  selokan besar atau got, dan beberapa kali saya temukan nangkring di tembok, atau bekas bongkaran bangunan, seperti sodaranya, beringin.

- Tanaman ini gampang kering dan layu, usahakan untuk menggali loa pada saat panas tidak terik, bisa pagi hari, atau kalau pengalaman saya sore hari, sekalian juga ngejaga kulit biar ga gosong ( gubrakk )

- Gunakan media tanam yang porous alias mudah mengalirkan air saat memindahkan loa ke dalam pot sehabis di gali, ( walau doyan air, loa ga suka kelelep :D ). Saya menggunakan campuran pasir malang dan kompos.

- Sungkup / kerudungi loa yang sudah dipindahkan ke pot dengan plastik transparan, untuk mengurangi penguapan, dan tempatkan jauh dari terpaan sinar matahari.

- Terakhir, jika tips diatas tidak berhasil, segera hubungi dokter ( gubrak lagi ), tapi Insya Allah berhasil, karena ini adalah pengalaman pribadi saya dari proses belajar menganalisa kematian babon babon loa hasil galian saya yang terdahulu.

- O  iya, satu lagi pengalaman saya, jangan tinggalkan babon loa yang sudah hidup dalam pot dalam jangka waktu lama tanpa disiram, lebih baik, simpan di tempat yang lembab, atau titip kepada saudara / tetangga untuk menyiram selama kita pergi, babon babon loa saya terdahulu bablas wassalam karena saya tinggal mudik seminggu, dan apesnya, selama seminggu tidak turun hujan sama sekali menurut cerita tetangga saya.

Berikut ini foto foto dokumentasi berburu loa alakadarnya

bonggol loa

bonggol loa tersamar di antara tumpukan sampah dan tanaman semak

hampir berhasil !!!

bonggol loa nyempil di tumpukan karung pasir

menunggu giliran

panen singkong, eh, loa :D

antri di gali

antrian lagi

narsis sebelum pindah pot

ikutan narsis pamerin aurat 
sungkup dengan plastik

ngumpet di kolong pojokan gudang

makan ga makan asal kumpul

berdempetan, serasa naik kereta ekonomi :D

Loa dalam kemasan
Sampai jumpa di catatan berikutnya, tetaplah menanam dan salam bonsai

wassalam


11 komentar:

  1. trimakasih atas pengalamannya, saya juga baru mendongkel babon besar loa

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangat teman, semoga sukses dan bersemi dongkelannya

      Hapus
  2. Pohon loa memang memang bagus dibuat bonsai

    BalasHapus
    Balasan
    1. yooi mas bro, selain itu, tingkat pertumbuhannya pesat, cepat gedenya, makasih sudah mampir

      sukses selalu

      Hapus
  3. Gimana prawatan jangka panjang loa bro ....
    Salam kenal saya dari bali

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam bro.....

      saya ga ada perawatan khusus buat jangka panjangnya bro, sama kaya tanaman yang lain, yang paling penting penyiraman teratur soalnya loa doyan air, selain itu pupuk secukupnya, bisa pake organik, ato slow release, dan mungkin penggantian media tanam secara berkala

      semoga membantu

      Hapus
  4. Terimakasih banyak bro....saya pencinta tanaman yg masih amatir.... bisa minta foto2 tanaman bonsainya bro....!!!

    BalasHapus
  5. salam kenal mas, saya dari padang dan saya amatiran plus pemula hehehe.... saya bingung disini ada beberapa pohon yg mirip loa, tapi agak beda daun nya, jadinya saya bingung yg mana yang loa yang mas jelaskan di atas.. klo boleh minta alamat fb nya hehehe biar lebih akrab

    BalasHapus
  6. salam kenal mas, saya dari padang dan saya sangat amatiran dan pemula betul, banyak insfirasi yang saya dapat dari membaca artikelnya mas ini,banyak manfaatnya betul, cuma disini a da beberapa jenis tanaman yg mirip dengan loa yg mas jelaskan di atas, jadinya saya bingung... hampir setiap hari saya ngerondain daerah tempat tinggal saya buat mencari bakalan.... mohon penjelasanya lebih ditail n foto nya n ciri2 nya loa tersebutm, trimakasih atas infonya ya mas

    BalasHapus
  7. salam kenal mas, saya mw tanya maklum saya pemula banget,kl mendongkel pohon asem jawa bagaimana mas, kemarin saya dongkel dan pangkal pohonnya saya potong karena erlalu panjang seminggu kemudian kering lalu mati. terimakasih atas infonya

    BalasHapus
  8. kalo asem jawa memang konon agak susah2 gampang, tapi prosedurnya kurang lebih sama seperti posting diatas, usahakan banyak akar serabut yang terselamatkan, sehingga potensi pohon untuk hidup lebih besar.

    coba terus masbro, tetep semangat

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...