Rabu, 26 Desember 2012

Catatan berburu bonsai : gulo gumantung

Pagi yang indah, setelah guyuran hujan lebat seharian kemarin, yang membuyarkan acara libur saya, yang mana saya merencanakan untuk menjelajahi spot spot bakalan bonsai potensial yang sempat saya survei jauh jauh hari sebelumnya. Maka pagi ini saya tuntaskan misi pertama saya, kebetulan jam kerja saya juga masuk siang, saya bulatkan tekad untuk membawa pulang satu atau dua bonggol incaran saya.

Jam menunjukkan pukul sembilan pagi, sehabis mandi dan sarapan, saya kemas alat alat tempur seadanya, linggis, gergaji, gunting dan cutter, serta karung bekas, langsung tancap gas bebek butut kesayangan untuk melibas medan yang sedikit berlumpur, karena sisa hujan kemarin.

Sejauh mata memandang, hamparan hijau, rumput, ilalang, dan aneka semak belukar, mengaburkan pandangan atas buruan saya, dan untunglah, saya masih sempat menandai spot spot bonggol incaran, sehingga tak butuh waktu lama untuk menemukannya kembali.

Spot pertama, saya temukan tanaman yang saya yakin adalah gulo gumantung, tapi kondisi medannya kurang mendukung, karena dikelilingi ilalang dan belukar yang cukup tinggi, menciutkan nyali saya, takut kalau ada ular dan sebangsanya. Terpaksa, saya tunda dan menjadikannya PR untuk target suatu saat nanti.





Saya melanjutkan perburuan ke titik yang lain. Sedikit menuruni lembah, saya berjalan ke dekat sebuah danau, dan akhirnya menemukan spesies yang saya kurang tahu namanya, ( mungkin sobat bonsai ada yang lebih tahu, beritahu saya ya ), tapi saya yakin bagus untuk di bonsai, akhirnya tanpa ba bi bu, dengan sedikit ngos ngosan dan keringat mengucur, bonggol ini masuk karung dengan mulusnya.









Dapat satu buruan, rasanya belum mantap kalo belum karungin buruan utama, gulo gumantung, akhirnya saya berjalan lagi ke area lain dan menemukan kembali sekumpulan buruan utama. Mantap, lebih dari satu gulo gumantung berjajar di balik ilalang, tapi masih cukup terbuka dan enak untuk digali. Sialnya, kamera butut saya ngadat karena baterainya habis, untung masih bawa HP, jadi, momen perburuan hari ini masih bisa terabadikan walau kualitas foto kurang oye.









Perlawanan setimpal saya rasakan dari bonggol satu ini, hampir habis tenaga saya, juga masih dapat bonus kecoblos duri duri nya, tapi hasilnya sepadan, perakaran yang radial, mengelilingi batang utama, membuat proses penggalian menjadi lebih menantang.

Selang beberapa waktu, si gulo gumantung sukses terangkat dari tanah.

Akhirnya perburuan hari ini saya sudahi, karena sudah mepet waktunya berangkat kerja. Sampai dirumah, saya cuci bersih hasil buruan saya, dan saatnya untuk masuk ruang karantina.









7 komentar:

  1. perlakuan yg bru saja di angkut dri alam liar itu apa aja pak?
    apa ada perangsang akarnya?
    bagi2 tips dong :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya nggak pernah pake perangsang akar, usahakan waktu mendongkel, banyak akar serabut yang tersisa, lalu tanam kembali dengan media yang porous, misal pasir malang, humus, sekam, atau campuran ketiganya, yang penting, indikasinya ketika kita siram, air cepat mengalir, tidak menggenang.

      lalu taruh ditempat yang terlindung dari sinar matahari sampai pertumbuhan tunas baru cukup sehat, baru pindahkan ke tempat yang dapat sinar matahari full

      semoga membantu

      Hapus
  2. mas..sy pendatang baru di bonsai... sy mau dunk kapan2 jika mas ad waktu hunting bonsai bareng...ini no. sy..0812 9887 0428..sy tinngal di daerah tangerang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam mas gerald, berhubung kerjaan lagi padat merayap, aktivitas berburu bonsai sementara vakum dulu, hehehe

      Hapus
  3. Banyak itu om di tempat sya baru tau iki sya pohon itu bisa di jadikan bahan bonsai....
    Yq info nya om smg cpet sukses

    BalasHapus
  4. Terimakasih info nya om smg cpt sukses

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...