Kamis, 12 Juli 2012

Bonsai master Internasional

1. Masahiko Kimura



Masahiko Kimura adalah seniman bonsai sekaligus praktisi Judo yang terkenal, karya karyanya sangat dikenal terutama dari cara beliau membentuk kayu mati


2. Ben Oki


Ben Oki selain dikenal sebagai seniman bonsai yang hebat, beliau juga merupakan seorang landskapis yang jempolan. Karya karyanya dikenal dengan gaya bonsai yang klasik, walaupun beliau berguru pada seniman bonsai modern, yaitu John Naka


3. Lindsey Bebb



Lindsey Bebb adalah salah satu seniman bonsai terkemuka dari Australia, beliau telah berkutat dengan dunia bonsai selama hampir 40 tahun.


4. Quinquan Zhao



Quinquan Zhao adalah seniman bonsai yang juga dikenal dengan karya karya penjing nya yang monumental.


5. Robert Steven


Kita patut berbangga, karena beliau adalah salah satu seniman bonsai yang diakui reputasinya di tingkat Internasional yang berasal dari Indonesia.


6. John Naka


John Naka adalah salah satu seniman bonsai dari amerika yang sangat terkenal, lahir di Amerika, beliau belajar bonsai di tanah leluhurnya, Jepang pada usia yang sangat muda. Karya karyanya sangat monumental dan legendaris bahkan hingga beliau sudah tutup usia.

Selasa, 10 Juli 2012

Senin, 09 Juli 2012

Berburu bakalan dan tips menggali pohon loa

Setelah beberapa lama vakum dari kegiatan berburu dan gali menggali babon, karena urusan pekerjaan yang padat merayap, akhirnya perburuan yang mengasyikkan ini bisa saya jalani kembali.

Nikmatnya menyusuri pinggiran kali, dengan mulut ngebul menyemburkan asap rokok, mata jelalatan kesana kemari, mencari target buruan yang sesuai, tak bisa dilukiskan dengan kata kata. Sungguh hiburan yang murah meriah melepas kepenatan rutinitas pekerjaan yang kadang terasa membosankan.


Akhirnya sampailah saya pada sekawanan loa yang bergerombol di tempat pembuangan sampah, di pinggir anak kali cisadane, dan beruntunglah saya karena loa loa tersebut berbentuk bonggol karena mungkin sering ditebas oleh golok tukang sampah. Dan untungnya lagi saya, tanah dimana loa tersebut tumbuh cenderung berpasir sehingga mempermudah dan mempersingkat waktu penggalian.

Sedikit tips dari pengalaman saya dalam menggali loa buat sobat sekalian :

- Gunakan lotion anti nyamuk, penting !!!

- Carilah loa di dekat sumber air, tanaman ini rajin mandi ( hehe, becanda sob ), tapi betul, tanaman ini tergolong suka dengan air, misalnya pinggir sungai ( walaupun kadang juga ada yang jauh dari sungai ), kadang juga nyempil di  selokan besar atau got, dan beberapa kali saya temukan nangkring di tembok, atau bekas bongkaran bangunan, seperti sodaranya, beringin.

- Tanaman ini gampang kering dan layu, usahakan untuk menggali loa pada saat panas tidak terik, bisa pagi hari, atau kalau pengalaman saya sore hari, sekalian juga ngejaga kulit biar ga gosong ( gubrakk )

- Gunakan media tanam yang porous alias mudah mengalirkan air saat memindahkan loa ke dalam pot sehabis di gali, ( walau doyan air, loa ga suka kelelep :D ). Saya menggunakan campuran pasir malang dan kompos.

- Sungkup / kerudungi loa yang sudah dipindahkan ke pot dengan plastik transparan, untuk mengurangi penguapan, dan tempatkan jauh dari terpaan sinar matahari.

- Terakhir, jika tips diatas tidak berhasil, segera hubungi dokter ( gubrak lagi ), tapi Insya Allah berhasil, karena ini adalah pengalaman pribadi saya dari proses belajar menganalisa kematian babon babon loa hasil galian saya yang terdahulu.

- O  iya, satu lagi pengalaman saya, jangan tinggalkan babon loa yang sudah hidup dalam pot dalam jangka waktu lama tanpa disiram, lebih baik, simpan di tempat yang lembab, atau titip kepada saudara / tetangga untuk menyiram selama kita pergi, babon babon loa saya terdahulu bablas wassalam karena saya tinggal mudik seminggu, dan apesnya, selama seminggu tidak turun hujan sama sekali menurut cerita tetangga saya.

Berikut ini foto foto dokumentasi berburu loa alakadarnya

bonggol loa

bonggol loa tersamar di antara tumpukan sampah dan tanaman semak

hampir berhasil !!!

bonggol loa nyempil di tumpukan karung pasir

menunggu giliran

panen singkong, eh, loa :D

antri di gali

antrian lagi

narsis sebelum pindah pot

ikutan narsis pamerin aurat 
sungkup dengan plastik

ngumpet di kolong pojokan gudang

makan ga makan asal kumpul

berdempetan, serasa naik kereta ekonomi :D

Loa dalam kemasan
Sampai jumpa di catatan berikutnya, tetaplah menanam dan salam bonsai

wassalam


Mini Green house abal abal DIY

Saat berselancar di internet, kebetulan saya membaca artikel tentang green house, yang sekarang banyak di aplikasikan pada sistem pertanian di negara kita. Dan proses berselancar saya berlanjut pada mini green house yang ternyata sudah banyak di jual baik secara online maupun offline. Bentuk nya pun bermacam macam, dari yang model rak hingga model portabel, tetapi harganya itu lho, lumayan mahal buat ukuran kantong saya, hehe, " daripada beli green house portabel, mending buat beli babon bonsai aje sob", begitulah bisikan setan imut berbuntut merah nan cebol di pundak kiri saya :p

Keesokan harinya, kebetulan hari libur saya, bosan tak ada kegiatan, mata saya tertuju pada sebuah kotak berkawat ram bekas kandang kelinci yang sudah almarhum milik keponakan saya yang teronggok di pojokan halaman belakang rumah, dan kebetulan pula, adik saya berbisnis laundry kiloan, tentunya, banyak sekali plastik transparan yang sudah tidak terpakai yang juga di tumpuk dekat bekas kandang kelinci itu.

" TRRRIIIING "....lampu teplok dalam otak pelit saya bercahaya terang, dan jiwa Mc Gyver saya pun langsung bergejolak hebat tanda terisi ide cemerlang,..hahaha, ( lebay mode on kata pasukan alay :D ).

Lanjuut sob, saya langsung siapkan alat tempur berupa gergaji, paku, martil dan kawan kawan, tak lupa secangkir kopi panas, dan sebungkus rokok, biar lebih afdhol. Mulailah saya mulai sedikit memodifikasi kandang, memberi sekat supaya menjadi dua tingkat, memasang plastik transparan, bla...bla....bla...bla...dan, silahkan sobat sekalian lihat gambar gambar hasil kerajinan tangan saya, yang layak untuk dicaci dan dicela ini...hehe.

Saya belum tahu apakah green house abal abal saya ini ber efek bagus untuk bibit bibit tanaman saya, karena ini adalah rangkaian pertama dari ujicoba saya, mungkin suatu saat nanti, saya akan memberikan laporan terbaru mengenai hasil trial ini, tapi satu hal yang ingin saya tekankan adalah, teruslah menanam, hijaukan negeri ini, dan tetaplah jaga spirit DIY alias Do It Yourself, demi menjaga kemurnian idealisme, dan tentunya menjaga isi kantong tetap stabil.....haalaaah

wassalam.

Inspirasi mini green house pertama
Inspirasi mini green house kedua

eng...ing.....eeeng....inilah hasilnya

tampak depan

penampakan bagian dalam, bagian bawah tidak ditutup plastik untuk ventilasi udara.

tampak samping

penumpang kloter pertama, berupa bibit hasil stek loa dan sancang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...