Jumat, 12 Oktober 2012

Bibit Kawista # 1 mulai bersolek, episode pertama

Bibit kawista ini saya dapatkan dari transaksi via online, lebih dari setahun lalu ( posting awal bibit kawis baca disini ), sudah mulai terlihat " berdaging ", dan atas wangsit yang kebetulan lewat di otak saya yang sedang bengong melompong ditemani secangkir kopi dan asap nikotin 234, maka terbentuklah gaya kawista sableng ala drunken master yang doyong kebanyakan nenggak topi miring.

Celakanya saya lupa mengabadikan pose detik detik sebelum berdandan, akibat terlalu bernafsu menggebu gebu, tapi silahkan simak pose si kawis miring alias slanting ini setelah memakai kawat gigi...eh, kawat bonsai.


Tunggu catatan si miring ini pada posting posting selanjutnya....wassalam

Selasa, 09 Oktober 2012

Episode pertama cangkokan serut

Serut ini adalah hasil cangkokan kurang lebih dua tahun yang lalu, sempat lupa akibat aktivitas pekerjaan yang lumayan padat merayap, setahunan yang lalu saya periksa kembali pada pohon induknya yang segede gaban, berdiri dengan gagahnya di pinggir lapangan bola daerah cimone tangerang, alhamdulillah, ternyata cangkokannya berhasil, walau kondisi plastik pembungkus tanahnya sudah compang camping tak karuan, dan tanahnya tersisa sedikit, tapi akar akar serabut yang sudah mulai besar menghitam mampu bertahan dari teriknya sinar matahari. Saya pun kemudian memanennya lalu membawanya pulang dan menanamnya di pot dengan tanah campur kompos.

Beberapa bulan kemudian, saya mengamati dan merasakan pertumbuhannya sangatlah lambat, kurang memuaskan, dan sayapun mengganti media tanamnya dengan campuran pasir malang dan kotoran kambing 1 : 1, hanya dalam hitungan bulan, saya melihat pertumbuhan pesat dan luar biasa, tunas tunas baru bermunculan, dan cabang cabang barupun terbentuk merimbun dengan dedaunan yang hijau segar mengkilap, tanda tanaman ini sangat sehat.

Berikut tahapan proses pendandanan pertama dari serut ini, yang merupakan pondasi dari langkah langkah selanjutnya.  Saya menggunakan konsep gaya semi cascade, mengikuti struktur percabangan yang sudah terbentuk dari awalnya.











Ini baru merupakan langkah awal, masih banyak celah kosong, menunggu tunas tunas kecil yang akan berkembang besar mengisi rongga rongga tersebut, sehingga akan mengesankan miniatur pohon yang rindang, mungkin masih panjang proses yang akan saya lalui bersama serut ini, nantikan perkembangan selanjutnya dalam perubahan perubahan berikutnya...bersambung


Jumat, 05 Oktober 2012

Kembang Sepatu





















Tanaman dari suku malvaceae alias kapas kapasan ini masih sekeluarga dengan waru, sering dipakai juga sebagai ornamen taman karena bunganya yang cantik.

Tanaman ini juga merupakan bunga nasional dari negara malaysia, dan merupakan spesies asli asia timur

Scientific classification
Kingdom:Plantae
(unranked):Angiosperms
(unranked):Eudicots
(unranked):Rosids
Order:Malvales
Family:Malvaceae
Genus:Hibiscus
Species:H. rosa-sinensis
Binomial name
Hibiscus rosa-sinensis









Rabu, 03 Oktober 2012

Waru



















Tanaman ini juga dikenal dengan nama waru lengis, baru, baru dowongi, haru, falu, sea hibiscus, sea rosemallow, bisa mencapai tinggi 5 - 15 meter.

Termasuk dalam suku kapas kapasan atau malvaceae, tanaman ini juga banyak dipakai sebagai tanaman peneduh di pinggir jalan, pantai, pematang sawah.

Scientific classification
Kingdom:Plantae
(unranked):Angiosperms
(unranked):Eudicots
(unranked):Rosids
Order:Malvales
Family:Malvaceae
Genus:Hibiscus
Species:H. tiliaceus
Binomial name
Hibiscus tiliaceus

Selasa, 02 Oktober 2012

Menikmati karya para master saat musim gugur tiba bag. 2

Mencari inspirasi, belajar dari karya para master bonsai sejati, dengan bonus keindahan warna daun yang berubah dramatis saat musim gugur, sungguh pemandangan indah tak terperi.
































Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...